Embun menitis.... setitis demi setitis...berguguran membasahi bumi. Angin malam bertiup. Sesekali menerbangkan debu-debu pasir. Kedinginan malam pukul 1.00 makin terasa, menjalari dan menggigit-gigit tulang hitam, menambah lena insan yang diulit mimpi indah.
Nun di sana..kelihatan dua sosok sedang berjalan, terhoyong-hayang melawan arus angin, sesekali jatuh.. dan bangun semula. Akhirnya sampai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar